HomeHandiCarftArt Shop TasikmalayaSisi Lain Kampung Naga Salawu Tasikmalaya

Sisi Lain Kampung Naga Salawu Tasikmalaya

Share

Sisi Lain Kampung Naga Salawu Tasikmalaya

Sebelum memasuki area kampung Naga anda akan melintasi anak tangga yang diperkirakan ada 400 anak tangga. karena kampung Naga berada pada lereng lembah sungai Ciwulan.

Kampung Naga ini terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Yang unik letak kampung ini yang berada di lembah. Tidak hanya itu Kampung Naga ini ternyata masih mempertahankan kearifan lokal dan budaya yang mereka jaga sejak dahulu.

Penamaan Naga sendiri cukup aneh, karena sebagaimana diketahui naga adalah ciri khas budaya Tiongkok.  Sedangkan kampung tersebut bisa dikatakan jauh dari pengaruh itu.  Tidak terdapat ornamen-ornamen atau pun gambaran tentang hewan naga di Kampung Naga.

Dahulu sempat terdengar kabar kalau Kampung Naga ditutup untuk orang luar karena ada mereka tidak mau daerahnya dijadikan objek wisata. setelah banyak mengobrol dengan sesepuh Kampung mereka tidak mau menjadikan Kampung Naga ini menjadi Desa Wisata, karena alasannya tidak mau ditonton oleh orang ataupun turis yang datang.

Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari, di sini masyarakatnya masih memegang adat tradisi nenek moyang mereka. Mereka menolak intervensi dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut.

Namun, setahu saya sampai sekarang, saya belum dapat penjelasan kapan dan siapa pendiri serta apa yang melatarbelakangi terbentuknya kampung dengan budaya yang masih kuat ini.

Warga kampung Naga sendiri menyebut sejarah kampungnya dengan istilah “Pareum Obor”. Pareum jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yaitu mati, gelap. Dan obor itu sendiri berarti penerangan, cahaya, lampu. Jika diterjemahkan secara singkat yaitu, matinya penerangan. Hal ini berkaitan dengan sejarah Kampung Naga itu sendiri. Mereka tidak mengetahui asal-usul kampungnya

Menurut catatan yang ada di Desa Neglasari Kecamatan Salawu, tahun 2010 jumlah penduduk Kampung Naga berjumlah 312 jiwa, dengan jumlah Kepala Keluarga 108 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan jumlah bangunan 113 buah bangunan 55  rumah termasuk bangunan khusus yaitu satu balai pertemuan, satu mesjid dan satu bumi ageung.

Kampung Naga Tasik

Penduduk Kampung Naga semuanya beragama Islam, sebagaimana masyarakat adat lainnya mereka juga sangat taat memegang adat-istiadat dan kepercayaan nenek moyangnya.

Walaupun mereka menyatakan memeluk agama Islam, mereka tetap menjaga warisan budaya leluhurnya. Menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga, dengan menjalankan adat-istiadat warisan nenek moyang berarti menghormati para leluhur atau karuhun.

Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga harus panggung, bahan rumah dari bambu dan kayu. Atap rumah harus dari daun nipah, ijuk, atau alang-alang, lantai rumah harus terbuat dari bambu atau papan kayu. Rumah harus menghadap ke utara atau ke sebelah selatan dengan memanjang kearah barat-timur.

ukmtasik

Dinding rumah dari bilik atau anyaman bambu dengan anyaman sasag. Rumah tidak boleh dicat, kecuali dikapur atau dimeni. Bahan rumah tidak boleh menggunakan tembok, walaupun mampu membuat rumah tembok atau gedung (gedong)

Masyarakat Kampung Naga Mayoritas penghasil kerajinan tangan (Handmade)

yang terbuat dari bambu aneka hasil karya masyarakat Kampung Naga seperti Piring dari bambu,besek dari bambu, Keranjang, mayoritas dari bahan bambu, ada ada sebagian hasil kerajinan itu kerjasama dengan pengrajin/toko kerajinan Rajapolah seperti Fauzan Art Shop

dimana kerjasama Fauzan Art Shop dengan masyarakat Pengrajin Kampung Naga.Hasil Kerjasama Fauzan Art Shop sudah tembus ke pasar International seperti Dubai,Malaysia dan Pasar Eropa.  Darusman sebagai Pemilik Fauzan Art Shop di Kec. Rajapolah.

Bapak Darusman sebagai pemilik  Fauzan Art Shop Sudah biasa menjual hasil karya nya ke pasar International seperti Dubai,malaysia dll.